Sengketa tanah bekas belanda

Sengketa tanah bekas belanda - Apakah sahabat sedang mencari informasi tentang Kumpulan Bahtsul Masail NU ?, Nah isi dalam Artikel ini disusun agar pembaca dapat memperluas pegetahuan tentang Sengketa tanah bekas belanda, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan referensi dari semua pembahasan untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel KUMPULAN HASIL BAHTSUL MASAIL, yang kami suguhkan ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sengketa tanah bekas belanda
link : Sengketa tanah bekas belanda

Baca juga


Sengketa tanah bekas belanda


Latar Belakang Mas’alah
Image result for sengketa tanah


Ada suatu kasus di suatu daerah. Sekelompok penduduk mempunyai lahan pertanian yang pada masa Belanda dahulu lahan tersebut dikuasai Pemerintah Belanda dengan paksa dan dibuat perkebunan. Setelah merdeka, lahan tersebut diambil alih oleh Pemerintah RI. Kemudian sekelompok penduduk tadi meminta kembali lahannya kepada Pemerintah RI. Namun Pemerintah tidak mau. Karena semua aset Belanda kembali kepada Pemerintah RI.


Pertanyaan :
Bagaimana status tanah yang sekarang dikuasai pemerintah itu ? Dan benarkah tindakan penduduk tadi ?

Pengurus FMPP

Rumusan Jawaban :
Tanah tersebut tetap menjadi milik penduduk. Akan tetapi kalau pertamanya milik kafir Harbi, maka tanahnya menjadi milik pemerintah ( ghonimah ). Sedangkan tindakan penduduk tadi dibenarkan jika tidak akan timbul dloror ( bahaya ).

Referensi :
                 1.           Bughyatul Mustarsyidin hal. 156, 167, 168 dan 286.

Dikutip dari :
HASIL KEPUTUSAN
BAHTSUL MASA’IL FMPP III
SE KARESIDENAN KEDIRI
Di Pon. Pes. Hidayatuth Thulab Kamulan Trenggalek
28 – 29 Juni 1997


Demikianlah Artikel Sengketa tanah bekas belanda

Sekianlah artikel Sengketa tanah bekas belanda kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan artikel ini.

Subscribe to receive free email updates: